Serba-Serbi Trading Saham dengan Memakai Fibonacci Retracement yang Perlu Diperhati



Di dunia trading, sebetulnya ada banyak tanda dan tipe alat yang dapat dipakai. Satu diantaranya, beberapa traders dapat trading saham dengan memakai Fibonacci Retracement. Tanda satu ini, sebagai tanda yang termasuk termudah dipakai dan dimengerti dibanding tipe alat dan tanda yang lain.


Hal ini, yang mengakibatkan tanda Fibonacci Retracement jadi tanda yang pas untuk beberapa traders yang pemula. Fibonacci Retracement benar-benar terkenal dipakai oleh beberapa traders. Khususnya, buat mereka yang ada di Retracement tingkat. Berikut serba-serbi dari tanda trading satu ini.


Berkenaan Fibonacci Retracement

 

Saat sebelum lakukan trading saham dengan memakai Fibonacci Retracement. Sebaiknya, untuk beberapa traders mengenal pemahaman dari tanda satu ini. Khususnya, untuk beberapa traders yang barusan mengawali peruntungannya di dunia trading.


Sama seperti yang ditulis awalnya, Fibonacci Retracement sebagai alat analitis yang dapat dipakai untuk lakukan pendekatan. Khususnya, di bagian analitis teknikal yang penting dilaksanakan di dunia trading. Hasil perbedaan yang dibuat oleh sistem ini, bisa digunakan oleh trading sebagai petanda untuk jual atau membeli saham.


Implementasi sistem Fibonacci Retracement ini sebetulnya termasuk cukuplah simpel. Dalam sistem ini, faktor yang dibandingkan ialah diagram harga di saat tertentu. Fibonacci Retracement akan membuat garis yang hendak menjadikan satu dua titik pada diagram yang ada. Titik yang disambungkan ini umumnya ialah titik dengan keadaan yang paling ekstrim.


Hasil penarikan garis itu akan membuat garis horizontal. Garis ini yang hendak jadi pertanda resistance tingkat dan kekuatan gerakan saham tertentu seterusnya, atau pada sesion yang awalnya.
Pada umumnya, Fibonacci Retracement dipisah ke 6 tingkat, dimulai dari 0%, selanjutnya 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, sampai dapat capai 100%. Dari tingkat itu, rupanya bukan 100% yang terpenting. Tingkat yang perlu jadi perhatian beberapa traders ialah 38.2%, 50%, dan 61,8%. SInyal breakout harus minimal capai ke-3 rasio di atas.


Hal Penting dari Fibonacci Retracement

Saat sebelum mengaplikasikan sistem dan tanda ini pada kegiatan trading. Ada tiga hal yang perlu dimengerti trader berkenaan tanda ini. Ini harus dikenang sepanjang traders memakai Fibonacci Retracement sebagai penganalisa pasar.


1. Sebagai Alat Analitis Teknikal

Sama seperti yang dijumpai, di dunia trading ada dua tipe analitis yang memengaruhi gerakan harga. Analitis teknikal dan analitis esensial, harus dimengerti untuk beberapa traders. Jika, Fibonacci Retracement ini sebagai sisi dari analitis teknikal. Karena, aspek yang dipakai sebagai perbedaan ialah data dari diagram trading tersebut


2. Bukan Alat Trading Berdikari

Sebagai analitis teknikal, Fibonacci Retracement sebetulnya kurang cukup bila dipakai sendirian. Peranan Fibonacci Retracement sepanjang ini sebagai simpatisan saja. Karenanya, bila beberapa traders inginkan hasil yang tepat dalam perhitungannya.


Penting untuk beberapa traders untuk mengombinasikan sistem atau tanda yang lain dimengerti oleh traders. Dengan demikian, analitis teknikal akan jalan lebih tepat.


3. Jalan Dalam Tiga Cara

Proses analitis yang sudah dilakukan oleh Fibonacci Retracement diolah dalam tiga cara. Pertama dengan cari dua titik dengan keadaan berlebihan pada diagram. Selanjutnya, ke-2 titik disambungkan. Seterusnya, jarak di antara ke-2 titik itu akan membuat garis yang bisa dipisah jadi perbedaan Fibonacci Retracement yang telah disebut awalnya.


Itu pemahaman dan hal yang penting dipahami saat lakukan trading saham dengan memakai Fibonacci Retracement. Tanda satu ini ditegaskan menjadi simpatisan aktivitas analitis teknikal di dunia trading. Jadikan beberapa traders raih keuntungan yang optimal.

Afif Mumtaz
Afif Mumtaz Seorang yang sedang berusaha menikmati indahnya membaca dan terus merubah pola pikir ke yang lebih baik.

Tidak ada komentar untuk " Serba-Serbi Trading Saham dengan Memakai Fibonacci Retracement yang Perlu Diperhati"